Pengelolaan Pendidikan Taman Kanak-kanak




A. LATAR BELAKANG
Pendidikan perlu dimulai sejak dini, terlebih untuk mengejar ketertinggalan kita memasuki era glob alisasi, terutama masalah kualitas sumber daya manusia. Melalui pendidikan usia dini dapat di bangun pilar-pilar sumber daya manusia mampu bersaing dengan sumber daya manusia dari negara lain. Pendidikan Taman Kanak- Kanak membantu membentuk generasi muda yang handal. Taman Kanak-Kanak merupakan bentuk pendidikan prasekolah yang menyediakan program pendidikan dini untuk mempersiapkan anak memasuki pendidikan Sekolah Dasar.
Kebijakan pendidikan nasional belum memberikan isyarat bahwa pengelolaan TK disejajarkan dengan pengelolaan SD dimana semua kebutuhan material dan personilnya dipenuhi oleh pemerintah. Untunglah masyarakat Indonesia pada umumnya, terutama melalui yayasan-yayasan pendidikan swasta dan organisasi wanita sebagai salah satu tripusat pendidikan, menyelenggarakan pendidikan yakni dengan berdirinya berbagai TK di seluruh pelosok tanah air, dimana TK negeri hanya 1 % dari jumlah TK (data Kantor Pendidikan dan Pengajaran Yogyakarta tahun 2003), sehingga 99% TK selebihnya adalah tanggung jawab swasta.
Terlepas dari sikap masyarakat yang terlampau berharap banyak pada sekolah, lembaga-lembaga pendidikan dan atau pengasuhan anak usia dini memiliki tujuan yang sangat beragam, serta tergantung pada nilai budaya masyarakat setempat. Di Amerika Serikat, seperti ditegaskan Papalia dan Olds (1998:213), lembaga

pendidikan prasekolah yang dianggap baik adalah yang dapat merangsang perkembangan anak dalam seluruh aspek, baik jasmaniah, sosial, emosional, maupun intelektual, melalui interaksi aktif dengan para guru, anak-anak yang lain, dan juga melalui bahan-bahan belajar yang telah dipilih secara tepat (Goals of preschool education vary according to the values of the culture. In the United States, a good preschool is concidered to be one that stimulates children’s development in all domain- physical, social, emotional,and cognitive – through active interaction with teachers, other children, and carefully chosen materials ).
Papalia dan Olds menyimpulkan bahwa peranan terpenting pendidikan prasekolah itu adalah membuat anak-anak menganggap bahwa sekolah itu menyenangkan, bahwa belajar itu memberikan kepuasan, dan mereka merasa mempunyai kemampuan (Perhaps preschool’s most important contribution is to make children feel that school is fun, that learning is satisfying, and they are competent).
Untuk menjadikan lembaga pendidikan (pengasuhan) anak usia dini memiliki ciri-ciri positif seperti yang disebutkan Papalia dan Olds tersebut, tentu memerlukan pengelolaan yang baik, sebab dengan pengelolaan yang cermat merupakan hal esensial untuk mencapai keberhasilan program pendidikan anak usia dini “Thoughful planning and administration are essential to the succes of early childhood programs” – (Decker dan Decker, 1998 : v).
Memperhatikan pentingnya peranan yang demikian besar tersebut, maka kualitas atau mutu taman kanak-kanak harus baik. Pendidikan yang bermutu dapat diukur dengan indikator mutu pendidikan. Menurut Departemen Pendidikan Nasional (2002 : 98) terdapat tujuh indikator untuk mengetahui mutu pendidikan yaitu : (1) persentase guru layak mengajar; (2) persentase kesesuaian guru mengajar dengan ijasah yang dimiliki; (3) persentase ruang kelas baik; (4) persentase keberadaan fasilitas sekolah; (5) angka lulusan; (6) angka mengulang; dan (7) angka putus sekolah.
Pendidikan Nasional pada saat ini masih dihadapkan pada beberapa permasalahan yaitu :
“(1) masih rendahnya pemerataan memperoleh pendidikan, (2) masih
rendahnya kualitas dan relevansi pendidikan, dan (3) masih lemahnya
manajemen pendidikan, disamping belum terwujudnya kemandirian dan

keunggulan ilmu pengetahuan dan teknologi di kalangan akademisi” (http ://www.pdk.go.id/program.htm).
Bertitik tolak dari uraian di atas, maka penelitian ini mencoba mencari tahu bagaimana staf TK (kepala sekolah dan guru) di Taman Kanak-Kanak Primagama dalam mengelola TK – nya. Lebih lanjut dengan diketahuinya kegiatan guru , akan terungkap lebih mendalam tentang faktor pendorong dan penghambat dalam pelaksanaan pengelolaan lembaga pendidikan Taman Kanak-Kanak, sehingga akan dapat diketahui mengapa hal itu terjadi.
Penelitian ini menitik beratkan kepada kegiatan guru dan kepala sekolah (baik yang tidak berlatar belakang pendidikan guru TK maupun yang berkualifikasi guru TK) pada Taman Kanak-Kanak Negeri 2 Sleman, dalam melaksanakan pengelolaan TK.
IDENTIFIKASI MASALAH
Berdasarkan latar belakang di atas masalah yang muncul dalam penelitian ini dapat diidentifikasikan sebagai berikut :
1.      Masih terdapatnya guru yang kualifikasinya belum sesuai (tidak berpendidikan guru TK), sehingga kemampuan mereka dalam mengelola pendidikan TK masih kurang, baik dalam merencanakan, melaksanakan maupun mengawasi mengevaluasi program pendidikan TK.
2.      Yang tidak kalah pentingnya adalah masalah sarana prasarana yang digunakan dalam penyelenggaran pendidikan TK. Banyak diantara TK tersebut fasilitas atau sarana / prasarana kurang memadai.
3.      Belum semua TK melaksanakan kegiatan humas demi kemajuan lembaganya, padahal untuk memperoleh siswa dan dukungan masyarakat perlu ada kegiatan humas, diharapkan dengan kegiatan humas tersebut masyarakat luas akan mengetahui kondisi TK yang bersangkutan
4.      Masih terdapat program kegiatan belajar yang belum sesuai dengan program kegiatan belajar TK
5.      Dana yang diperoleh oleh TK sangat minim.
6.      Perencanaan program pendidikan TK diduga belum terlaksana sebagaimana mestinya.
7.      Belum semua program yang direncanakan dapat terlaksana dengan baik
8.      Pengawasan yang dilaksanakan belum menyentuh semua aspek

Semua permasalahan tersebut muncul dalam kaitannya untuk mengetahui bagaimana pengelolaan penyelenggaraan pendidikan TK di Taman Kanak-Kanak Negeri 2 Sleman , sehingga kemajuan yang sudah dicapai dapat dip ertahankan bahkan semakin meningkat.
C. RUMUSAN MASALAH
Dari beberapa masalah yang telah diidentifikasi di atas, permasalahan penelitian ini adalah tentang pengelolaan pendidikan TK, yang dapat dirumuskan sebagai berikut :
1.      Bagaimanakah perencanaan program kegiatan belajar, siswa, pegawai, sarana /prasarana, uang dan humas di TK Negeri 2 Sleman ?
2.      Bagaimanakah pelaksanaan program kegiatan belajar, siswa, pegawai, sarana /prasarana, uang dan humas di TK Negeri 2 Sleman ?
3.      Bagaimanakah pengawasan terhadap program kegiatan belajar, siswa, pegawai, sarana /prasarana, uang dan humas di TK Negeri 2 Sleman ?
D. TUJUAN PENELITIAN
Sesuai dengan permasalahan yang diajukan , maka penelitian ini bertujuan untuk :
1.      Memperoleh gambaran yang jelas bagaimanakah perencanaan program kegiatan belajar, siswa, pegawai, sarana /prasarana, uang dan humas di TK Negeri 2 Sleman ?
2.      Mendapatkan informasi yang mendalam bagaimanakah pelaksanaan program kegiatan belajar, siswa, pegawai, sarana /prasarana, uang dan humas di TK Negeri 2 Sleman ?
3.      Mendapatkan deskripsi yang lebih luas bagaimanakah pengawasan terhadap program kegiatan belajar, siswa, pegawai, sarana /prasarana, uang dan humas di TK Negeri 2 Sleman ?
E. MANFAAT PENELITIAN
Dari hasil tujuan penelitian ini diharapkan dapat memberi manfaat untuk :
1. Sebagai konfirmasi tentang efektif tidaknya pengelolaan yang dilakukan oleh guru-guru TK Negeri 2 Sleman.

2.      Sebagai informasi berdasarkan data dan fakta mengenai keberhasilan guru TK Primagama dalam mengelola lembaga pendidikan untuk dapat dijadikan model TK lain dalam memajukan lembaganya.
3.      Sebagai feedback mengenai kekurangan dan kelebihan pihak TK agar menjadi lebih baik di masa mendatang.
F. KAJIAN PUSTAKA
Taman Kanak-Kanak
Pendidikan pra sekolah adalah pendidikan yang dip eruntukkan membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani anak didik di luar lingkungan keluarga sebelum memasuki pendidikan dasar yang diselenggarakan di jalur pendidikan sekolah atau di jalur pendidikan luar sekolah (PP RI no 27 tahun 1990 bab 1 pasal 1 ). Dalam pasal selanjutnya disebutkan bahwa pendidikan pra sekolah bukan merupakan persyaratan untuk memasuki pendidikan dasar. Hal ini sejalan dengan pendapat Syamsuar Muchtar (1987 : 2) bahwa pendidikan pra sekolah yang diwujudkan sebagai taman kanak-kanak pada hakekatnya adalah temp at anak bermain sambil belajar atau belajar sambil bermain, bukan usaha percepatan pengajaran bahan sekolah dasar.
Pengelolaan
Pengelolaan diambil dari bahasa Inggris yaitu management yang diartikan pengelolaan atau manajemen. Winarno (1978) mengatakan pengelolaan adalah sub stansi dari mengelola. Sedangkan mengelola berarti suatu tindakan yang dimulai dari menyusun data, merencana, mengorganisasikan, melaksanakan sampai dengan pengawasan dan penilaian. Dijelaskan selanjutnya, bahwa pengelolaan menghasilkan sesuatu dan sesuatu itu dapat merupakan sumber penyempurnaan dan peningkatan pengelolaan selanjutnya. Pidarta (1988) mengemukakan bahwa manajemen mengandung pengertian mengelola. Hal ini menunjukkan bahwa pengelolaan mengandung pengertian sama dengan manajemen.
Berdasarkan berbagai definisi di atas dapat ditegaskan bahwa administrasi / pengelolaan pendidikan itu pada dasarnya merupakan proses kerjasama dalam penyelenggaraan pendidikan dengan mendayagunakan semua komponen, baik berupa manusia, uang, kurikulum, sarana dan humas maupun material lainnya

dalam rangka mencapai tujuan pendidikan. Pendayagunaannya melalui kegiatan-kegiatan perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan. Jadi pada setiap komponen baik siswa, pegawai, kurikulum, sarana prasarana dan humas terdapat kegiatan perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan.
Berdasarkan berbagai definisi di atas dapat ditegaskan bahwa administrasi / pengelolaan pendidikan adalah pengelolaan yang dilakukan dengan dan melalui sumberdaya manusia untuk mencapai tujuan sekolah secara efektif dan efisien. Dua hal yang merupakan inti dari pengelolaan pendidikan/ manajemen pendidikan adalah aspek dan fungsi. Manajemen dipandang sebagai aspek, meliputi kurikulum, siswa, pegawai, biaya, sarana dan prasarana, tata usaha, organisasi, dan hubungan sekolah dengan masyarakat. Manajemen dipandang sebagai fungsi meliputi perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan /pengendalian.
Dengan pola pemikiran manajemen TK yang meliputi aspek dan fungsi seperti tersebut diatas, maka manajemen TK meliputi semua semua fungsi yang ditetapkan pada semua aspek TK. Artinya TK menerapkan perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan/pengendalian pada semua aspek TK yang terdiri dari kurikulum (PKB), siswa, pegawai, sarana dan prasarana, biaya dan hubungan TK dengan masyarakat.
3. Perencanaan Taman Kanak-Kanak
Perencanaan adalah proses dasar dari suatu kegiatan pengelolaan sebelum memutuskan untuk melaksanakan suatu aktivitas. Menurut Yurmaini dalam Suharsimi Arikunto (1989 : 9) perencanaan adalah suatu proses mempersiapkan serangkaian keputusan untuk mengambil tindakan di masa yang akan datang yang diarahkan kepada tercapainya tujuan-tujuan dengan sarana yang optimal. Perencanaan ini menyangkut apa yang akan dilaksanakan, kapan dilaksanakannya, oleh siapa, di mana dan bagaimana dilaksanakanya. Sehingga perencanaan merupakan syarat mutlak dalam suatu kegiatan pengelolaan. Mengenai perencanaan ini Aswarni Sudjud dkk (1989:8) menyebutkan sebagai berikut :
Kegiatan menentukan apa yang akan dilakukan dimasa datang, untuk apa hal itu
dilaksanakan (tujuan ), siapa yang akan melakukannya (pelaksana), kapan hal
itu akan dilaksanakan (waktu), dimana hal itu akan dilakukan (forum, temp at),

bagaimana akan melakukannya (cara , metode) dan mengapa semua itu dilakukan.
Bekerja tanpa rencana ibarat melamun sepanjang masa. Akibatnya tentu dapat diramalkan, hasilnya tidak menentu dan biaya yang dikeluarkan tidak terkontrol. Dengan adanya perencanaan maka akan diperoleh manfaat sebagai berikut :
1.      menghasilkan rencana yang dapat dijadikan kerangka kerja dan pedoman penyelesaian
2.      rencana menentukan proses yang paling efektif dan efisien untuk mencapai tujuan
3.      dengan adanya rencana setiap langkah dapat diukur atau dibandingkan dengan hasil yang seharusnya dicapai
4.      mencegah pemborosan uang, tenaga dan waktu
5.      mempersempit kemungkinan timbulnya gangguan atau hambatan Oleh karena rencana itu akan dijadikan pedoman bekerja, maka harus memenuhi persyaratan-persyaratan antara lain :
1.      perencanaan harus dijabarkan dari tujuan yang telah ditetapkan dan dirumuskan secara jelas
2.      perencanaan tidak perlu muluk-muluk, tetapi sederhana saja, realistik, praktis hingga dapat dilaksanakan
3.      dijabarkan secara terperinci, memuat uraian kegiatan dan urutan atau rangkaian tindakan
4.      memiliki fleksibilitas, sehingga memungkinkan untuk dimodifikasikan
5.      ada petunjuk mengenai urgensi dan atau tingkat kepentingan untuk bagian bidang atau kegiatan
6.      disusun sedemikian rupa sehingga memungkinkan terjadinya pemanfaatan segala sumber yang ada sehingga efisien dalam tenaga, biaya dan wktu
7.      diusahakan agar tidak terdapat duplikasi pelaksanaan.
Dengan demikian dapat dikatakan bahwa perencanaan merupakan keseluruhan proses pemikiran dan penentuan semua aktivitas yang akan dilakukan pada masa yang akan datang. Keberhasilan perencanaan sangat menunjang keberhasilan kegiatan menejemen secara keseluruhan
Taman Kanak-Kanak sebagai lembaga pendidikan seharusnya memiliki rencana yang akan dicapai dalam jangka panjang ( rencana strategis ) yang

dijadikan acuan dalam rencana operasional. Dalam rencana ini wawasan masa depan (visi) dijadikan pemandu bagi rumusan misi sekolah. Dengan kata lain, wawasan masa depan (visi sekolah) adalah gambaran masa depan yang dicita­citakan oleh sekolah. Adapun misi sekolah adalah tindakan untuk merealisasikan visi. Visi dan misi dijadikan acuan dalam merumuskan tujuan sekolah, yang merumuskan rumusan hasil yang diharapkan oleh sekolah. Kegiatan sekolah idealnya dilakukan berdasarkan atas tujuan sekolah yang dirumuskan secara jelas. Kriteria utama keunggulan sekolah adalah sejauh mana warga sekolah memahami dan menyadari visi, misi dan tujuan sekolah dan sejauh mana tujuan itu dicapai. Tujuan yang dirumuskan berdasarkan visi dan misi sekolah ini selanjutnya dijadikan acuan dalam penyusunan rencana operasional yang bersifat lebih rinci dan lebih operasional pada semua komponen baik pegawai, siswa, kurikulum, biaya, sarana dan prasarana serta humas
Perencanaan sangat perlu dilakukan oleh pihak – pihak yang akan melaksanakan suatu hal, tidak terkecuali lembaga sekolah sebagai penyelenggara pendidikan.
Dalam konteks lembaga pendidikan berupa sekolah taman kanak - kanak, perencanaan yang dilakukan pada umumnya menggunakan pendekatan kebutuhan sosial dan cost effectiveness. Pendekatan kebutuhan sosial merupakan pendekatan yang menitikberatkan pada tujuan pendidikan yang mengandung misi pemerataan kesempatan mengikuti pendidikan (Husaini Usman, 2004 : 64). Pendidikan taman kanak – kanak selaku pendidikan yang membantu pertumbuhan dan perkembangan peserta didik baik aspek jasmani maupun rohani dalam hal ini memperkenalkan mereka pada konsep diri dan bagaimana menyesuaikan diri dengan masyarakat, merupakan kebutuhan masyarakat. Terlebih dengan makin tingginya kesadaran masyarakat secara umum, dan orangtua secara khusus untuk memberikan asupan pendidikan secara dini pada anak – anaknya agar siap baik jasmani maupun rohani ketika memasuki sekolah dasar. Adapun pendekatan cost effectiveness merupakan pendekatan yang memfokuskan pemanfaatan biaya secermat – cermatnya untuk mendapatkan hasil pendidikan yang seoptimal mungkin, baik secara kuantitatif maupun kualitatif (Husaini Usman, 2004 : 68). Artinya, suatu penyelenggaraan pendidikan diadakan dengan harapan dapat memberikan keuntungan yang

relatif baik bagi penyelenggara maupun peserta didik. Sekolah taman kanak – kanak di Indonesia sebagian besar merupakan lembaga milik non – pemerintah, yang artinya ia harus mampu mendanai sendiri segala kegiatannya, tanpa mengabaikan adanya keuntungan bagi lembaga bersangkutan. Adapun bagi sekolah taman kanak – kanak negeri, pendanaan sebagian besar berasal dari pemerintah, meskipun demikian bukan berarti pengelola tidak memikirkan masalah keuntungan baik dari segi finansial maupun non finansial. Masalah kesejahteraan guru yang belum dapat dipenuhi pemerintah masih merupakan aspek yang harus disentuh, sehingga sekolah taman kanak – kanak negeri selaku lembaga yang dinaungi pemerintah pun masih tetap memperhatikan segi keuntungan dari penyelenggaraan pendidikannya.
4. Pelaksanaan Taman Kanak-Kanak
Sekolah merupakan satuan dan jenis lembaga pendidikan yang secara legal diakui oleh publik. Sebagai lembaga legal yang diakui oleh publik, sekolah harus memiliki sejumlah dokumen legal dan persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi oleh sekolah yang bersangkutan. Dokumen-dokumen legal dan persyaratan yang dimaksud diperoleh dari pemerintah daerah, antara lain SK pendirian seko lah, status sekolah dan dokumen-dokumen terkait lainnya. Untuk memperoleh dokumen legal yang dimaksud, tentunya sekolah harus memenuhi persyaratan yang ditentukan.
Sekolah memerlukan lingkungan belajar yang aman, tertib, teratur, dan nyaman sehingga proses belajar dapat berlangsung secara efektif. Untuk mencapai hal itu, sekolah harus diatur dan dioperasikan berdasarkan ketentuan­ketentuan (regulasi sekolah) yang mampu menjamin ketertiban, keadilan, dan kepastian. Regulasi sekolah memiliki dua sifat, yaitu yuridis dan normative. Regulasi sekolah yang bersifat yuridis diwujudkan dalam bentuk ketentuan­ketentuan(peraturan) sekolah yang bersumber pada peraturan perundang­undangan yang berlaku. Kualifikasi, spesifikasi, prosedur kerja, kerja manual, dan ketentuan yuridis sekolah adalah contoh regulasi sekolah. Sedang regulasi eskolah yang bersifat normative diwujudkan dalam bentuk pedoman tata krama dan tata tertib sekolah. Pelanggaran regulasi harus dikenai sangsi yang diatur sekolah dan sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku.

Agar pencapaian tujuan dapat tuntas dan pendayagunaan sumber dapat maksimal, maka uraian kegiatan yang telah dijabarkan dalam perencanaan disusun atau dikelompokkan dalam bidang atau unit tertentu yang ditangani oleh orang yang menguasai masalahnya. Pengelompokkan atau pembidangan dan pembagian tugas inilah yang melahirkan kesatuan-kesatuan kecil yang membentuk satu kesatuan besar yang lebih dikenal dengan nama struktur organisasi. Dengan adanya pembagian tugas atau pembidangan tersebut diharapkan pertama antara bidang yang satu dengan bidang yang lain dapat diketahui batas-batasnya, kedua dengan penugasan yang jelas terhadap orang­orangnya masing-masing mengetahui wewenang dan kewajibannya, ketiga dengan digambarkannya unit-unit kegiatan dalam sebuah struktur organisasi dapat diketahui hubungan vertikal dan horisontal.
Agar tujuan usaha bersama dapat tercapai dalam tatakerja yang baik, maka sebuah organisasi harus memenuhi prinsip-prinsip sebagai berikut :
1.      memiliki tujuan yang jelas yang dipahami dan diterima oleh seluruh anggota, sehingga dalam organisasi tersebut hanya terdapat satu kesatuan arah
2.      pembuatan struktur organisasi harus menggambarkan adanya satu perintah, adanya keseimbangan tugas, wewenang dan tanggungjawab
3.      struktur organisasi harus ederhana agar mempermudah jalur dan tidak terlalu banyak orang yang terlibat dalam tanggungjawab
4.      semua kegiatan terbagi habis sehingga tidak satupun kegiatan yang tidak tertangani, sebaliknya tidak ada satu kegiatan yang mendapat penganganan rangkap
Program Taman Kanak-kanak akan berjalan lancar, terorganisir, tersatukan dan terkoordinir secara konsisten jika didukung oleh orgainisasi sekolah yang cepat tanggap terhadap keutuhan sekolah. Oleh karena itu sekolah perlu diorganisasikan secara tersistem sehingga memiliki struktur hirarkis yang terkoordinir secara rapi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Bersumber pada pengertian tersebut maka TK dapat dianggap sebagai organisasi yang memiliki karakteristik sebagai berikut, yaitu adanya : (1) filosofi dan tujuan bersama, (2) struktur organisasi yang disertai pemabagian kerja (tugas dan fungsi) yang jelas dan menempatkan orang yang memiliki kemampuan dan kesanggupan dibidang kerjanya, (3) hirarki otoritas yang

memberikan rantai komando, (4) kewenangan yang disertai tanggung ajawab, (5) koordinasi upaya yang dilakukan secara sadar, (6) aturan, prosedur, dan mekanisme kerja yang konsisten untuk menjamin standar kerja, kepastian, keadilan dan kemanfaatan kerja, dan (7) hubungan (relationship) structural dan fungsional yang diatur secara hirarkis.
Pengorganisasian sekolah yang dilakukan secara cermat, yang ditampilkan dalam bentuk struktur organisasi, akan mampu meningkatkan efisiensi dan efektifitas pemanfaatan sumber daya manusia di sekolah. Selain itu, dengan adanya kejelasan siapa mengerjakan apa dan siapa melapor kepada siapa, struktur organisasi sekolah yang baik akan mampu menerjemahkan strategi ke dalam operasi yang produktif.
Struktur organisasi yang baik akan mampu menampilkan setidaknya tiga hal: pertama, mereduksi ketidakpastian internal dan eksternal sekolah ; kedua memampukan sekolah untuk melalukan jenis –jenis kegiatan / aktivitas melalui cara-cara seperti misalnya departementalisasi, spesialisasi, pembagian kerja, dan pendelegasian kewenangan; dan ketiga bisa menjaga semua kegiatan sekolah tetap terkoordinasi untuk mencapai tujuan, dan tetap memiliki fokus meskipun dihadapkan pada keanekaragaman situasi.
5. Pengawasan Taman Kanak-Kanak
Pengawasan pada hakekatnya merupakan usaha untuk memberikan petunjuk pada para pelaksana agar mereka seelalu bertindak sesuai dengan rencana (Reksohadiprojo, 2000: 65). Pengawasan sering juga disebut kontrol, penilaian, penilikan, monitoring, sup ervisi dan sebagainya. Aktivitas ini menurut Ngalim Purwanto adalah aktivitas untuk meneliti dan mengetahui sejauh mana pelaksanaan yang telah dilakukan dalam proses keseluruan organisasi mencapai hasil sesuai dengan rencana atau program yang telah ditetapkan dalam rangka pencapaian tujuan pendidikan (1991: 22). Adapun menurut Robins (1976:413) evaluasi didefinisikan sebagai berikut :
Evaluation can be define as the process if monitoring activities to determine whether individual units and the organization itself are obtain and utilizing ther resources effectivile and efficiently so as to accomplish there objectives, and where this is not being achieved, implementing corrective action.

Arti kutiapan di atas adalah penilaian sebagai proses monitoring aktivitas untuk menentukan apakah individu atau organisasi memperoleh dan mempergunakan sumber-sumbernya secara efektif dan efisien untuk mencapai tujuannya dan bila ini tidak terpenuhi akan diadakan kegiatan perbaikan.
Tujuan utama pengawasan adalah agar dapat diketahui tingkat pencapaian tujuan dan menghindarkan terjadinya penyelewengan. Oleh karena itu pengawasan dapat diartikan sebagai pengendalian.
Dari uraian di atas dapat diketahui bahwa pengawasan itu perlu dilakukan agar jalannya pelaksanaan kerja dapat diketahui tingkat pencapaian tujuan dan agar tidak terjadi penyelewengan atau penyimpangan, atau kalau sudah terjadi, tidak berlarut-larut. Menurut Mulyani A. Nurhadi (1983 : 9) pengawasan yang disebutkan sebagai kontrol bertujuan untuk mengukur tingkat efektifitas kegiatan kerja yang sudah dilaksanakan dan tingkat efisiensi penggunaan komponen, yang jika hal itu dilaksanakan dalam pendidikan, melihat efisiensi penggunaan komponen pendidikan dan juga komponen lain yang menyertainya dalam proses pendidikan. Jelasnya, kegiatan ini dimaksudkan untuk mengetahui apakah strategi, metode dan tehnik yang telah ditetapkan dalam perencanaan sudah cukup cocok dengan langkah pencapaian tujuan dan resiko yang sekecil­kecilnya.
Agar kegiatan pengawasan berhasil dengan baik, maka harus memperhatikan beberapa hal sebagai berikut:
1.      pengawasan tidak boleh dilakukan sebagai pekerjaan mata-mata tetapi harus terbuka, terang-terangan
2.      dilakukan terhadap semua bawahan, tidak pilih-pilih
3.      harus obyektif, tidak disertai rasa sentimen pribadi
4.      dilakukan bukan hanya dengan pengamatan melalui mata, tetapi juga dengan indera-indera yang lain
5.      dilakukan di segala tempat dan setiap waktu
6.      menggunakan catatan secermat mungkin agar data yang terkumpul dapat lengkap, hal ini penting untuk menghindari subyektivitas
7.      jika ternyata diketemukan penyimpangan, harus segera di tangani
Secara singkat pengawasan adalah proses pengendalian performansi organisasi agar tidak menyimpang dari tujuan, program, pro sedur, aturan-aturan dan prinsip-prinsip organisasi. Hal itu mengisyaratkan bahwa sebelum

dilakukan pengawasan, dalam organisasi itu telah ditetapkan tujuan, program, pro sedur, dan aturan yang akan diterapkan.Dengan demikian perencanaan itu merupkan dasar pengawasan, demikian pula hasil pengawasan merupakan masukan bagi perencanaan berikutnya.
Pengawasan merupakan salah satu fungsi penting dalam menejemen taman Kanak-Kanak. Dalam pelaksanaan pengawasan ini terkandung pula monitoring yang lebih berkonotasi melihat apakah semua kegiatan berjalan lancar dan semua sumber daya dimanfaatkan secara optimal, efektif dan efisien. Pengawasan dilakukan secara berkala dan tepat sasaran sehingga hasilnya dapat digunakan untuk melakukan perbaikan . Pengawasan dan pengendalian mutu di TK dilaksanakan secara internal dan eksternal, serta transparan dengan prinsip akuntabilitas public
Evaluasi pelaksanaan program TK dilakukan untuk mengetahui tingkat efisiensi dan efektifitas penyelenggaraan pendidikan, pelaksanaan kurilukum dan penilaian kinerja Tk sebagai satu kesatuan secara menyeluruh. Penilaian TK dapat bersifat local ( TK sendiri/ self assessment, pemerintah daerah), bersifat nasional (pemerintah pusat) sesuai dengan tujuan dan ruang lingkupnya. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa tujuan diadakannya pegawasan atau pengendalian adalah untuk menjamin kinerja yang dicapai apakah memang sudah sesuai dengan rencana atau tujuan dari sebuah lembaga atau organisasi. Jadi dalan hal ini akan dibandingkan antara kinerja aktual dengan kinerja yang ditetapkan ( kinerja standar)
6. Ruang Lingkup Pengelolaan Taman Kanak-kanak.
Dimuka telah ditegaskan bahwa administrasi / pengelolaan pendidikan adalah pengelolaan yang dilakukan dengan dan melalui sumberdaya manusia untuk mencapai tujuan sekolah secara efektif dan efisien. Dua hal yang merupakan inti dari pengelolaan pendidikan/ manajemen pendidikan adalah aspek dan fungsi. Manajemen dip andang sebagai aspek, meliputi kurikulum, siswa, pegawai, biaya, sarana dan prasarana, tata usaha, organisasi, dan hubungan sekolah dengan masyarakat. Manajemen dip andang sebagai fungsi meliputi perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan /pengendalian.
7. Ruang Lingkup Pengelolaan Taman Kanak-kanak

Komponen Taman Kanak-kanak sebagai sebuah institusional atau sistem sosial sama halnya komponen-komponen sistem satuan pendidikan lainnya seperti Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, dan Sekolah Menengah Atas. Perbedaanya hanya terletak pada istilah-istilah yang digunakan. Komponen –komponen sistem pendidikan pada umumnya mencakup enam hal, yaitu :
1.                   Kurikulum yang merupakan keseluruhan program pengalaman belajar yang dipersiapkan untuk peserta didik. Pada pendidikan Taman Kanak-kanak kurikulum tersebut disebut dengan istileh Program Kegiatan belajar (PKB).
2.                   Murid, selaku subyek didik. Murid ini merupakan raw input yang akan dididik sesuai dengan program kegiatan belajar yang telah dikembangkan.
3.                   Personel, seperti kepala Taman Kanak-kanak, guru dan pesuruhnya
4.                   Dana atau uang, yang dipersiapkan untuk pengadaan, pemeliharaan, dan pembinaan komponen-komponen lainnya
5.                   Sarana dan prasarana yang digunakan untuk melaksanakan program kegiatan belajar. Sarana dan prasarana di sini bisa berupa gedung, perabot, halaman, dan sarana bermain murid
6.                   Lingkungan masyarakat, seperti keadaan sosial ekonomi, budaya, dan dan ideologi orang tua murid, tokoh masyarakat, dan warga masyarakat pada umumnya.
Semua komponen tersebut di atas harus dikelola dengan sebaik-baiknya. Oleh karena itu ruang lingkup pengelolaan pendidikan Taman Kanak-kanak itu meliputi : (1) pengelolaan kurikulum atau pengelolaan program kegiatan belajar, (2) pengelolaan kesiswaan, (3) pengelolaan kepegawaian, (4) pengelolaan sarana dan prasarana, (5) pengelolaan keuangan, dan (6) pengelolaan hubungan dengan masyarakat.
G. KERANGKA PIKIR
Tujuan administrasi penyelenggaraan Taman Kanak-Kanak agar sistem pendidikan Taman Kanak-kanak dapat berlangsung secara efektif dan efisien. Sistem pendidikan Taman Kanak-Kanak dapat dikatakan telah berlangsung secara efektif apabila program kegiatan belajar yang berlangsung didalamnya berfungsi dengan sebaik-baiknya dan mencapai tujuan institusionalnya.
Pencapaian tujuan institusional yang diharapkan dicapai melalui administrasi penyelenggaraan Taman Kanak-kanak adalah pencapaian tujuan institusional yang maksimal namun melalui usaha yang sangat efisien. Usaha yang dimaksudkan di sini meliputi pikiran, waktu, tenaga, ruang, uang, dan fasilitas.
Anak Taman Kanak-kanak berusia antara 4 sampai 6 tahun. Seseorang dengan usia seperti itu biasanya selalu senang bermain. Bagi anak seusia itu bermain merupakan kegiatan secara alamiah untuk mengenal diri, orang lain, dan lingkungannya. Oleh karena itu, bermain merupakan cara belajar yang paling baik utnuk mengembangkan kemampuan anak didik Taman Kanak-Kanak. Sudah barang tentu bermain di sini, sebagai bentuk kegiatan belajar anak-anak Taman Kanak-kanak, bermain yang dapat memerankan daya fantasinya sehingga kreativitasnya dapat berkembang. Selain itu, bermain di sini harus mampu membuat anak Taman Kanak-kanak merasa senang. Dalam rangka menciptakan permainan-permainan yang secara alamiah dapat berperan sebagai bentuk kegiatan belajar Taman Kanak-kanak harus memiliki program belajar yang edukatif, tenaga yang profesional, dan fasilitas yang memadai dan selalu dalam kondisi yang selalu siap pakai.
Memperhatikan penting dan perannya yang demikian besar tersebut, maka penyelenggaraan Taman Kanak-kanak itu perlu direncanakan, dilaksanakan dan dievaluasi secara sistematis. Dengan kata lain penyelenggaraan Taman Kanak­kanak itu perlu dikelola dengan sebaik-baiknya. Dengan pengelolaan yang baik diharapkan keberadaan Taman Kanak-kanak dapat berfungsi secara efektif daan efisien.
Suatu organisasi pendidikan merupakan suatu sistem yang terdiri dari berb agai macam sub sistem., yaitu antara lain adalah personel, siswa, fasilitas , kurikulum, biaya, humas. Apabila komponen-komponen dari sistem tersebut dikelola dengan baik maka proses pendidikan dan mutu pendidikan akan semakin baik. Untuk mendukung pengelolaan yang baik maka dip erlukan tenaga pengelola yang handal pula. Realita mengatakan bahwa pengelolaan lembaga perlu dikelola secara baik agar tujuan pendidikan tercapai secara efektif dan efisien.
H. METODE PENELITIAN 1. Subyek penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di TK Negeri 2 Sleman, yang menjadi subyek dalam penelitian ini adalah semua guru dan kep ala Taman Kanak-Kanak Negeri 2 Sleman.
2.  Setting Penelitian
Setting penelitian ini adalah di lingkungan TK (di kelas, di kantor , di halaman sekolah), tetapi bisa juga dilaksanakan di rumah guru.
3.  Teknik Pengumpulan Data
Ada tiga macam teknik pengumpulan data yang dipakai dalam penelitian ini, yaitu : Wawancara mendalam (Indepth interview) dan observasi langsung dan observasi partisipatif, serta dokumentasi.
Wawancara mendalam merupakan penggalian data melalui pembicaraan antara peneliti dengan key person yang dilakukan dengan tidak selalu berpatokan pada pedoman wawancara, melainkan cenderung mengikuti hal – hal yang muncul pada saat wawancara berlangsung. Adapun observasi langsung merupakan pengambilan data dengan pengamatan yang dilakukan tanpa perantara terhadap objek yang diteliti, dalam hal ini peneliti datang ke lokasi penelitian, dan mencatat segala gejala dan aktivitas yang terjadi. Untuk teknik pengambilan data dengan dokumentasi yaitu peneliti memanfaatkan dokumen (bahan tertulis, foto, maupun film) untuk mengetahui sejarah, latar belakang, pertumbuhan, dan perkembangan atau proses, upaya serta program yang telah, sedang, dan akan dilaksanakan.
4.  Uji Keabsahan Data
Ada tiga teknik yang dipakai untuk menguji keabsahan data sebagaimana dijelaskan dalam studi Guba yang dikutip oleh Noeng Muhadjir (2000:172), yaitu : 1) memperpanjang waktu tinggal dengan mereka, 2) observasi lebih tekun, dan 3) menguji secara trianggulasi. Kegiatan ini dimaksudkan untuk menguji keterpercayaan dan ketegasan data-data yang terangkat dari lap angan benar-benar data yang valid dan kredibel.
I. TEKNIK ANALISIS DATA

Untuk menghindari bertumpuknya data yang mengakibatkan tereduksinya validitas dan kredibilitas data, maka selama proses pengumpulan data peneliti langsung mengadakan interpretasi atas data yang dip eroleh.

J JADWAL KEGIATAN PENELITIAN
Uraian Kegiatan
Bulan ke
1
2
3
4
5
1.Pra-survei
X




2.Pembuatan instrumen dan proposal

X
X


3.Seminar Proposal


X


4.Observasi pengambil data


X
X
X
5.Penulisan laporan hasil penelitian




X
6.Seminar Hasil Penelitian




X

K. DAFTAR PUSTAKA
Depdikbud. (1992). Pedoman Supervisi TK. Jakarta : Depdikbud
Engkoswara. (1987). Dasar-Dasar Administrasi Pendidikan. Jakarta : Depdikbud.
Hendiyat Soetopo dan Wasti Soemanto. (1994). Pengantar Operasional Administrasi Pendidikan . Surabay : Usaha Nasional
Husaini Usman. (2004). Man ajem en Pendidikan. Yogyakarta : Pasca Sarjana UNY.
Koonts, Harold dkk. (1991). Manajemen ( terjemahan)..Jakarta : Erlangga.
Mulyani A. Nurhadi. (1983). Administrasi Pendidikan di Sekolah. Yogyakarta : Andi Offset.
Sugiyono. (1994). Metode Penelitian Administrasi. Bandung : Alfabeta.
Departemen Pendidikan Nasional, (2003). Pedoman Akreditasi Sekolah.


INSTRUMEN PENELITIAN
A. Identitas sekolah
a.          Sejarah PAUD TK Negeri Pembina Kecanatan Jatisrono
b.          Struktur organisasi PAUD TK Negeri Pembina Kecamatan Jatisrono
c.         Kurikulum / program kegiatan belajar PAUD TK Negeri Pembina Kecamatan Jatisrono
d.          Data guru dan latar belakang pendidikannya
e.          Data siswa (jumlah, jenis kelamin)
f.           Data sarana / prasarana pendidikan
g.          Data keuangan pendidikan
h.        Data kegiatan humas di PAUD TK Negeri Pembina Kecamatan Jatisrono
B. Observasi (pedoman observasi)
1.      Space (ruang, tempat dalam aspek fisik, yaitu bangunan gedung, kantor guru, ruang kelas, ruang bermain, runag pertemuan, ruang TU, serta kamar mandi)
2.      Aktor (pelaku), yaitu kepala TK, guru, staf kebersihan
3.      Aktivitas, yaitu semua kegiatan yang disediakan oleh TK yang relevan dengan fokus penelitian.
C. Wawancara (pedoman wawancara)
1. Berkaitan dengan Program Kegiatan Belajar Taman Kanak-kanak
1.      Meliputi apa saja program kegiatan belajarnya ?
2.      Siapa yang terlibat dalam penyusunan program ?
3.      Berapa lama penyusunan program dilaksanakan ?
4.      Bagaimana cara menyusun program ?
5.      Kesulitan apa yang dialami dalam menyusun program ?

6.                   Apakah sekolah mempunyai kewenangan membuat jadual kegiatan belajar ?
7.                   alokasi waktunya bagaimana ?
8.                   Bagaimana pelaksanaan penyusunan jadual ? (dengan rapat atau.. )
9.                   Siapa yang menyusun jadual ?
10.            Siapa yang menyusun SKM dan SKH ?
11.            Kapan penyusunan SKM dan SKH itu dilaksanakan ?
12.            Kesulitan dalam membuat SKM atau SKH apa ?
13.            Apakah ada perencanaan khusus untuk pembukaan tahun ajaran baru ?
14.            Apa saja kegiatan dalam rangka pembukaan tahun ajaran baru ?
15.            Kapan pembukaan tahun ajaran baru direncanakan ?
16.            Siapa yang mengatur kegiatan bermain di TK ini ?
17.            Mengapa kegiatan bermian perlu diatur ?
18.            Jenis materi permainan yang direncanakan apa ?
19.            Apa tugas guru dalam permainan ?
20.            Apakah semua fasilitas permainan tersedia ?
21.            Siapa yang mengawasi anak pada waktu istirahat ?
22.            Kapan evaluasi PKB dilaksanakan ?
23.            Aspek apa saja yang dinilai ?
24.            Bagaimana cara mengevaluasi anak-anak ? (pro sesnya dan atau produknya)
25.            mengapa harus ada penilaian ?
26.            Adakah jadual khusus untuk kegiatan bimbingan dan penyuluhan ?
27.            Siapa yang melaksanakan kegiatan BP ?
28.            Apa saja kegiatan BP ?
29.            Apa saja kegiatan penutupan tahun ajaran baru ? Saran saudara ?      
2. Berkaitan dengan pengelolaan siswa Taman Kanak-Kanak
1.         Bagaimana penentuan jumlah siswa yang akan diterima?
2.         Apa saja syarat-syarat untuk dapat diterima
3.         Kapan penerimaan sisiwa baru dilaksanakan ?
4.         Apakah semua pendaftar pasti diterima ?
5.         Siapa yang bertugas dalam penerimaan siswa baru ?

6.    Sistem pengelompokkannya bagaimana ?
7.    Berdasarkan apa pengelompokkan siswa tersebut ?
8.    Apakah kehadiran siswa selalu dicatat ?
9.    Siapa yang mencatat kehadiran siswa ?
10. Kapan kehadiran siswa dicatat ?
11. Bagaimana proses perpindahan siswa, baik yang masuk maupun keluar
12. Apa syarat kelulusan di TK ini ?
Saran saudara ?......................................................................................
3. Berkaitan dengan pengelolaan pegawai Taman Kanak-Kanak
1.    Mengapa perlu pendataan pegawai ?
2.    Bagaimana cara melakukan pendataan pegawai ?
3.    Tenaga apa saja yang masih diperlukan / dibutuhkan di TK ini ?
4.    Berapa jumlahnya ?
5.    Siapa yang menyusun rencana kebutuhan tenaga ?
6.    Apa syarat untuk menjadi guru di TK ini ?
7.    Apa syarat untuk menjadi tenaga non guru ?
8.    Siapa yang melaksanakan seleksi penerimaan tenaga baru ?
9.    Bagaimana proses seleksinya ?
10. Bagaimana proses pengangkatan mereka ? (sebagai guru DPK atau yayasan)
11. Siapa yang berwenang melaksanakan pembagian tugas ?
12. Apakah beban tugas masing-masing personel sama ?
13. Bagaimana job description nya ?
14. Apa saja kegiatan yang dilaksanakan untuk pengembangan kemampuan tenaga ? (misalnya melanjutkan studi,penataran, seminar dsb)
15. Mengapa ada kegiatan tersebut ?
16. Bagaimana proses kenaikan pangkat mereka ?
17. Sistem kenaikan pangkatnya bagaimana ?
18. Kesulitan dalam kenaikan pangkat apa ?
19. Bagaimana proses perpindahan tenaga ?
20. Bagaimana mekanisme pemberhentian pegawai di TK ini ?
21. Usaha-usaha apa yang dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan guru ?
Saran saudara ?......................................................................................

4. Berkaitan dengan pengelolaan sarana dan prasarana Taman Kanak­Kanak
1.      Siapa yang merencanakan kebutuhan sarana dan prasarana ?
2.      Sarana apa saja yang dibutuhkan ?
3.      Kapan perencanaan itu dilaksanakan ?
4.      Kapan kebutuhan sarana prasarana itu diadakan / dibeli ?
5.      Siapa yang melaksanakan pengadaan itu ?
6.      Apakah kualitas sarana / prasarana itu sesuai standar ?
7.      Apakah kuantitas sarana / prasarana itu mencukupi ?
8.      Bagaimana pendistribusian barang yang sudah diadakan ?
9.      Bagaimana penataannya ?
10.  Apakah sarana prassarana itu memerlukan perawatan ?
11.  Siapa yang bertugas merawat ?
12.  Kapan perawatan itu dilaksanakan ?
13.  Apakah perlu ada inventarisasi sarana prasarana ? mengapa ?
14.  Kapan inventarisasi itu dilaksnakan ?
15.  Siapa yang melaksanakan inventarisasi ?
16.  Bagaimana mekanisme penghapusan sarana prasarana ?
17.  Adakah kegiatan minitoring terhadap saran prasarana ?
18.  Siapa yang melaksanakan monitoring ?
19.  Kapan dilaksanakan monitoring ?
20.  mengapa ada kegiatan monitoring ?
Saran saudara ?...................................................................................
5. Berkaitan dengan pengelolaan uang/ dana Taman Kanak-Kanak
1.      Siapa yang melaksanakan perencanaan anggaran ?
2.      Anggaran apa saja yang harus dipenuhi ?
3.      Kapan anggaran itu direncanakan ?
4.      Darimana sumber dana di TK ini ?
5.      Untuk kebutuhan apa saja anggaran itu ?
6.      Bagaimana pengaturan keluar masuknya dana di TK ini ?
7.      Siapa yang bertanggung jawab atas keluar masuknya uang ?
8.      Bagaimana pembukuan keuangan di TK ini ?

9.      Siapa yang mempertanggungjawabkan keuangan ?
10.  Hal apa saja yang perlu dipertanggungjawabkan ?
11.  Kapan kegiatan monitoring keuangan dilaksanakan ?
12.  Siapa yang memonitor ?
13.  Mengapa ada monitoring keuangan ?
14.  Apakah dana mencukupi ?
Saran saudara ?.....................................................................................
6.      Berkaitan dengan pengelolaan hubungan Taman kanak-kanak dengan masyarakat
1.      Kegiatan apa saja yang perlu mendapat dukungan wali murid ?
2.      Apakah semua kegiatan harus mendapat dukungan dari walimurid ?
3.      Berbentuk apakah pengembangan program humas ?
4.      Bagaimana pelaksanaan hubungan TK dengan walimurid ?
5.      bagaimana pencatatan kegiatan humas ?
Saran saudara ?.....................................................................................

DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN JUDUL                                                                                            i
DAFTAR ISI                                                                                                        ii
BAB I . PENDAHULUAAN                                                                               1
A.  Latar Belakang Masalah                                                                     1
B.   Identifikasi Masalah                                                                           4
C.   Pembatasan Masalah                                                                           5
D.  Perumusan Masalah                                                                            5
E.   Tujuan Penelitian                                                                                6
F.    Manfaat Penelitian                                                                              6
BAB II. KAJIAN PUSTAKA
A. Taman Kanak-Kanak
1.    Pengertian Taman Kanak-Kanak                                              7
2.    Tujuan Pendidikan Taman-Kanak                                            7
B. Pengelolaan
1.    Pengertian Pengelolaan                                                            8
2.    Ruang Lingkup Pengelolaan Taman Kanak-Kanak                  16
a.  Administrasi Program Kegiatan Belajar TK                   18
b.  Administrasi Kesiswaan TK                                          22
c.  Administrasi Kepegawaian TK                                      26
d.  Administrasi Sarana dan Prasarana TK                         31
e.  Administrasi Keuangan TK                                           33

f. Administrasi Hubungan TK dengan Masyarakat             34
3. Pengelola Lembaga Pendidikan TK                                          36
a.  Kepala Sekolah                                                             37
b.  Pengajar                                                                        44
C. Kerangka Pikir                                                                46
D. Pertanyaan Penelitian                                                                          48
BAB III. METODE PENELITIAN                                                                       49
A.  Pendekatan Penelitian                                                                         49
B.   Subyek Penelitian                                                                               49
C.   Setting Penelitian                                                                                49
D.  Tehnik Pengumpulan Data                                                                  50
E.   Keabsahan Data                                                              51
F.    Tehnik Analisis Data                                                                          51
G.  Instrumen Penelitian                                                                           52
DAFTAR PUSTAKA                                                                                                                             53

DAFTAR PUS TAKA
Arikunto, Suharsimi, (1987), pengelolaan Materiil, Jakarta : Prama Karya.
_____________ , (1988), Organisasi dan Administrasi Pendidikan Teknologi dan
Kejuruan, Jakarta : Depdikbud.
, (1993), Analisis Kebijakan Pendidikan, Bandung : Remaja
Rosdakarya.
Arikunto, Suharsimi. (1988). Dasar-dasar Administrasi Pendidikan. Yogyakarta : AP FIP IKIP Yogyakarta
Borg, Walter R, and Gall. Marerdith D (1983). Educational Research. New York : Longman Inc.
Burhanuddin. (1990). Analisa Administrasi Manajemen dan Kepemimpinan Pendidikan. Jakarta : Bumi Aksara.
Depdikbud. (1992). Pedoman Supervisi TK. Jakarta : Depdikbud
Echols,Jhon M dan Shadily, Hasan. (1992). Kamus Inggris Indonesia. Jakarta : PT gramedia.
Engkoswara. (1987). Dasar-Dasar Administrasi Pendidikan. Jakarta : Depdikbud.
Fatta, Nanang. (1996). Landasan Manajemen Pendidikan. Bandung : Remaja Rosdakarya.
Hendiyat Soetopo dan Wasti Soemanto. (1994). Pengantar Operasional Administrasi Pendidikan . Surabay : Usaha Nasional
Hersey, Paul, 91983). Management off Organization Bahavior, California : Prentice- Hall International Inc.

Koonts, Harold dkk, (1991), Manajemen, terjemahan, Jakarta : Erlangga.
Mulyani A. Nurhadi. (1983). Administrasi Pendidikan di Sekolah. Yogyakarta : Andi Offset.
Peraturan Pemerintah RI Nomor 27 Tahun 1990. tentang Pendidikan Prasekolah. Jakarta : Depdikbud.
Reksohadiprodjo, Sukanto, (1992), Dasar-dasar Manajemen, Yogyakarta : BPFE. Sugiyono,(1994), Metode Penelitian Administrasi, Bandung : Alfabeta.
Vembriarto, ST (1993), Pengantar Perencanaan Pendidikan, Jakarta : Grasindo.

KISI-KISI INSTRUMENT
Obyek
Sub Obyek
Aspek Kajian
Pengelolaan
1. Pengelolaan
a. Penyusunan program
Pendidikan TK
Program Kegiatan
b.Penyusunan jadual kegiatan belajar

Belajar Taman
c. Penyusunan satuan kegiatan

Kanak-kanak
mingguan dan satuan kegiatan harian
d.        pengaturan pembukaan tahun ajaran baru
e. pengaturan pelaksanaan PKB
f.         pengaturan kegiatan bermaian/permainan
g.         pengaturan pelaksanan evaluasi program kegiatan belajar
h.        Pengaturan pelaksanaan bimbingan dan penyuluhan
i. pengaturan penutupan tahun ajaran baru



2. Pengelolaan
a.  Sensus anak usia prasekolah

Kesiswaan Taman
b. Perencanaan kesiswaan

Kanak-Kanak
c.  Pengaturan penerimaan siswa baru
d. pengelompokkan siswa
e.  Pencatatan kehadiran siswa
f.  pengarturan perpindahan
g.  Pengaturan kelulusan siswa

3. Pengelolaan
a.  Inventarisasi pegawai

kepegawaian Taman
b. penyusunan formasi pegawai

Kanak-Kanak
c.  Perencanaan pengadaan pegawai
d. pengadaan pegawai
e.  pengangkatan pegawai
f.  Pembagian tugas guru
g.  pengembangan kemampuan pegawai
h. pengurusan kenikan pangkat pegawai
i. pengaturan perpindahan pegawai
j. pemberhentian pegawai
k pengurusan pensiun pegawai
l .peningkatan kesejahteraan pegawai

4. Pengelolaan sarana
a. Perencanan pengadaan sarana dan

dan prasarana Taman
prasarana

Kanak-Kanak
b. Pengadaan sarana dan prasarana
c.  Pendistribusian sarana dan prasarana
d. penataan sarana dan prasarana
e.  Pemeiharaan sarana dan prasaran
f.  inventarisasi sarana dan prasarana
g.  pengahapusan sarana dan prasarana
h. pengawasan sarana dan prasarana


5. Pengelolaan
a.  Perencanaan anggaran tahunan

Keuangan Taman
b. pengadaan keuangan

Kanak-Kanak
c.  Pengalokasian anggaran
d. pelaksanaan anggaran
e.  pembukuan keuangan
f. pertanggungjawab keuangan g.pengawasan keuangan

a. Analisis kebutuhan hubungan TK

6. Pengelolaan
dengan masyarakat

Hubungan Taman
b. pengembangan program humas

kanak-kanak dengan
c.  pengaturan pelaksanaan humas

Masyarakat
d. pencatatan kegiatan humas


0 comments:

Post a Comment

Ley's. Powered by Blogger.